Cara membaca modul ini
Arti istilah baru dalam bahasa sehari-hari.
Perumpamaan agar konsep terbayang.
Hitungan langkah demi langkah. Siapkan kalkulator dalam mode DEG.
- Ringkasan yang perlu diingat.
Tugas pertamamu bukan menghafal rumus, tetapi paham kapan rumus dipakai dan apa artinya. Bekalmu: sudut, trigonometri dasar (sin, cos, tan), pangkat, dan perbandingan.
Skala dan Satuan
Jarak ke bintang terdekat sekitar 4×10¹⁶ m dan massa Matahari 2×10³⁰ kg. Angka sebesar itu butuh tiga alat: notasi ilmiah, satuan khusus, dan orde besar (menebak cepat jumlah nol sebelum menghitung teliti).
Jika hitunganmu menyebut Bulan berdiameter 45°, orde besarnya sudah salah. Bulan di langit hanya sekitar 0,5°.
Sudut, alat ukur utama
Hampir semua yang kita ukur di langit adalah sudut, bukan jarak.
Mobil mainan di dekat mata dan truk asli di kejauhan bisa tampak sama besar. Dari ukuran tampak saja kita tidak tahu mana yang kecil-dekat atau besar-jauh. Karena itu astronom memakai sudut, lalu mencari jaraknya dengan cara lain.
1° = 60′ = 3.600″ dan 1 rad = 57,2958° = 206.265″. Rentangkan lengan: jempol ≈ 2°, kepalan ≈ 10°, sedangkan Matahari dan Bulan hanya ≈ 0,5°.
| Satuan | Nilai | Dipakai untuk |
|---|---|---|
| Satuan astronomi (sa) | 1,496×10¹¹ m | Dalam Tata Surya |
| Tahun cahaya (ly) | 9,461×10¹⁵ m = 63.241 sa | Antarbintang |
| Parsek (pc) | 3,086×10¹⁶ m = 3,262 ly | Bintang dan galaksi |
“Rumahku 30 menit dari sekolah” menyatakan jarak lewat waktu tempuh. Tahun cahaya sama: jarak yang ditempuh cahaya dalam setahun, bukan satuan waktu.
Rentangkan satu jari, tutup mata kiri lalu kanan bergantian. Jari “melompat” terhadap latar; makin dekat jari, makin besar lompatannya. Bintang dekat melompat terhadap bintang latar karena Bumi berpindah orbit.
Proxima Centauri: p = 0,768″, jadi d = 1/0,768 = 1,30 pc = 4,25 ly.
| Besaran | Nilai |
|---|---|
| Massa Matahari | 1,989×10³⁰ kg |
| Radius Matahari | 6,957×10⁸ m |
| Luminositas Matahari | 3,828×10²⁶ W |
| Massa / radius Bumi | 5,972×10²⁴ kg / 6.371 km |
| Massa / radius Bulan | 7,342×10²² kg / 1.737 km |
Peta skala: ukur dengan waktu cahaya
| Objek | Jarak | Cahaya tiba dalam |
|---|---|---|
| Bumi–Matahari | 1 sa | 8,3 menit |
| Neptunus | 30 sa | ± 4 jam |
| Bintang terdekat | 1,3 pc | 4,25 tahun |
| Bima Sakti | ± 30 kpc | 100.000 tahun |
| Andromeda | 0,78 Mpc | 2,5 juta tahun |
Saat melihat Matahari, kamu melihatnya seperti 8,3 menit lalu. Melihat Andromeda berarti melihat masa lalu 2,5 juta tahun.
1) d = 4,2 × 1,496×10⁸ km = 6,28×10⁸ km.
2) θ = 139.822 ÷ 6,28×10⁸ = 2,225×10⁻⁴ rad.
3) × 206.265 → θ = 45,9″.
- D = θ × d (θ dalam radian).
- d (pc) = 1/p (″); 1 pc = 3,26 ly = 206.265 sa.
- Tulis satuan di setiap baris dan samakan satuan sebelum menghitung.
Uji diri: bintang berparalaks 0,25″, jaraknya?
1 ÷ 0,25 = 4 pc.
Uji diri: lebih besar mana, 1 sa atau 1 tahun cahaya?
Tahun cahaya, 63.241 kali lebih besar.
Bola Langit dan Sistem Koordinat
Di planetarium, bintang tampak menempel di kubah padahal jaraknya beda-beda. Bola langit adalah kubah itu, hanya mengelilingi semua arah. Yang kita pakai hanya posisi sudutnya.
KLU/KLS: titik yang ditunjuk sumbu Bumi; langit berputar mengelilinginya. Zenit: tepat di atas kepala; nadir: tepat di bawah kaki. Meridian: garis utara–zenit–selatan. Ekliptika: jalur Matahari setahun, miring ε = 23,44° terhadap ekuator langit; titik potongnya ekuinoks Maret (titik Aries γ) dan September.
Horizontal seperti petunjuk dari posisimu (“lihat ke kanan, setinggi bahu”), berubah menurut waktu dan tempat. Ekuator seperti alamat rumah di peta, tetap bagi siapa pun. Deklinasi δ adalah “lintang langit”, asensio rekta α adalah “bujur langit”.
| Sistem | Koordinat | Dipakai untuk |
|---|---|---|
| Horizontal | Azimut A (utara 0°, timur 90°), tinggi h | Mengarahkan teleskop |
| Ekuator | α (0–24 j), δ (−90° … +90°) | Katalog bintang |
| Ekliptika | Bujur λ, lintang β | Matahari, Bulan, planet |
| Galaktik | l, b | Struktur galaksi |
Tiga aturan favorit soal olimpiade
Titik dekat poros gasing berputar dalam lingkaran kecil yang tak pernah menyentuh lantai. Itulah bintang sirkumpolar. Titik di sisi seberang yang lingkarannya seluruhnya di bawah lantai tidak pernah tampak.
Waktu sideris dan sudut jam
Semua bintang antre melewati satu gerbang (meridian) membawa nomor antre α. LST adalah nomor yang sedang dilayani. Bintang α = 6 j dan LST = 10 j sudah lewat 4 jam lalu. Selisih itulah sudut jam H (1 jam = 15°).
Coba sendiri: tinggi maksimum
Sirius (δ = −16,72°): 90° − |−7,25° + 16,72°| = 80,5°.
Betelgeuse (δ = +7,41°): 90° − 14,66° = 75,3°.
Polaris (δ = +89,26°): 90° − 96,51° = −6,5°, negatif berarti tidak pernah terlihat.
H = 10 − 6,753 = 3,247 j = 48,7°.
sin h = 0,0363 + 0,9920 × 0,9577 × 0,6604 = 0,6637 → h ≈ 41,5°, di barat meridian karena H positif.
Di 7,25° S: cos H₀ = 0,0552 → H₀ = 86,84° → 11,58 jam.
Di 51,5° N: cos H₀ = −0,5458 → H₀ = 123,1° → 16,40 jam.
Makin jauh dari ekuator, makin besar selisih panjang siang.
- (α, δ) tetap seperti alamat rumah; (A, h) berubah menurut waktu dan tempat.
- h_maks = 90° − |φ − δ|.
- Jarak sudut dua benda: cos θ = sin δ₁ sin δ₂ + cos δ₁ cos δ₂ cos Δα.
Uji diri: tinggi kutub langit selatan di kota berlintang 10° S?
10°.
Uji diri: bintang δ = −10° di kota 10° S, lewat di mana saat meridian?
Tepat di zenit (h = 90°), karena δ = φ.
Gerak Matahari dan Musim
Musim bukan karena jarak. Bumi justru paling dekat Matahari awal Januari, saat belahan utara musim dingin. Penyebabnya kemiringan sumbu ε = 23,44°.
Senter tegak lurus membuat lingkaran cahaya kecil dan terang. Senter miring melebarkan cahaya sehingga tiap bagian meja menerima lebih sedikit. Itulah musim dingin: sinar miring dan siang pendek.
| λ☉ | Peristiwa | Tanggal | δ☉ |
|---|---|---|---|
| 0° | Ekuinoks Maret | 21 Maret | 0° |
| 90° | Solstis Juni | 21 Juni | +23,44° |
| 180° | Ekuinoks September | 23 September | 0° |
| 270° | Solstis Desember | 22 Desember | −23,44° |
Di titik tertinggi ayunan berhenti sesaat (solstis, δ☉ nyaris tetap). Di titik tengah geraknya paling cepat (ekuinoks, δ☉ berubah ≈ 0,40° per hari).
Bila δ = 0°, Matahari terbit tepat di timur di semua lintang. Matahari di zenit bila δ☉ = φ, hanya mungkin di antara garis balik (|φ| ≤ 23,44°). Di 7° S itu terjadi sekitar awal Maret dan awal Oktober.
cos A = −0,04711 ÷ 0,8153 = −0,05779 → A = 93,3°, 3,3° ke selatan dari timur, sekitar 6 kali diameter Matahari hanya dalam seminggu.
Presesi, tahun tropis, persamaan waktu
Sumbu Bumi membentuk kerucut pelan dengan periode ≈ 25.772 tahun. Akibatnya tahun tropis (365,2422 hari) lebih pendek daripada tahun sideris (365,2564 hari), kutub utara berpindah dari Polaris, dan zodiak tropis tak lagi sama dengan rasi IAU.
Persamaan waktu adalah selisih Matahari sejati dan rata-rata, dari ≈ −14 menit (pertengahan Februari) sampai +16 menit (awal November). Memotret Matahari pada jam yang sama sepanjang tahun membentuk angka 8 bernama analemma.
- Musim karena kemiringan, bukan jarak.
- δ = 0 → terbit tepat di timur.
- Zenit hanya jika δ☉ = φ, di antara garis balik.
Uji diri: mengapa Indonesia tak punya musim dingin?
Dekat ekuator, tinggi Matahari dan lama siang hampir tak berubah sepanjang tahun.
Waktu dan Kalender
Hari sideris (satu putaran menurut bintang) = 23 j 56 m 4,09 d. Hari surya = 24 j. Selisih ≈ 3 m 56 d karena Bumi juga bergeser ≈ 1° di orbitnya, jadi harus berputar sedikit lebih dari satu putaran.
Pukul 12.00 kedua jarum bertumpuk. Jarum menit butuh sedikit lebih dari 60 menit untuk bertumpuk lagi karena jarum jam ikut bergeser. Bumi adalah jarum menit, Matahari jarum jam.
Akibatnya bintang terbit ≈ 3,94 menit lebih awal tiap hari, atau ≈ 2 jam tiap bulan.
Zona waktu: 15° bujur = 1 jam (1° = 4 menit). WIB = UTC+7 (105° BT), WITA = UTC+8 (120° BT), WIT = UTC+9 (135° BT).
UT mengikuti rotasi Bumi. TAI adalah waktu atom murni. UTC berdetak seperti jam atom tetapi sesekali disisipi detik kabisat agar tak menyimpang lebih dari 0,9 detik dari rotasi Bumi.
JD menghitung hari berurutan sejak tengah hari 1 Januari 4713 SM; JD 2.451.545,0 = 1 Januari 2000 pukul 12:00. Selisih dua tanggal tinggal dikurangkan.
2.460.676,5 − 2.451.545,0 = 9.131,5 hari; ÷ 365,25 = 25,0 tahun setelah J2000.0.
| Kalender | Dasar | Tahun rata-rata |
|---|---|---|
| Julian | Surya, kabisat tiap 4 tahun | 365,25 hari |
| Masehi | Surya; abad kabisat bila habis dibagi 400 | 365,2425 hari |
| Hijriyah | Murni bulan sinodis | 354,367 hari |
| Lunisolar | Bulan sinodis + bulan sisipan | ± 365,25 hari |
Tahun Hijriyah ≈ 10,9 hari lebih pendek daripada tahun surya, jadi Ramadan bisa jatuh di musim apa saja. Siklus Metonik: 19 tahun surya ≈ 235 bulan sinodis (6.939,6 hari), maka fase Bulan jatuh pada tanggal hampir sama tiap 19 tahun.
- Hari sideris 23 j 56 m 4,09 d; hari surya 24 j.
- 15° bujur = 1 jam.
- 19 tahun ≈ 235 bulan sinodis.
Uji diri: kota A 30° di timur kota B, selisih waktunya?
30 ÷ 15 = 2 jam, kota A lebih cepat.
Bulan dan Gerhana
| Besaran | Nilai |
|---|---|
| Setengah sumbu panjang | 384.400 km (≈ 60,3 R⊕) |
| Eksentrisitas | 0,055 (356.500–406.700 km) |
| Inklinasi orbit | 5,145° |
| Periode sideris | 27,3217 hari |
| Periode sinodis | 29,5306 hari |
| Drakonik / anomalistik | 27,2122 / 27,5546 hari |
Sideris diukur terhadap bintang; sinodis terhadap Matahari (fase bergantung posisi Bulan terhadap Matahari). Perigee = titik terdekat, apogee = terjauh.
Bulan adalah jarum menit, Matahari jarum jam: 27,3 hari untuk satu putaran, 29,5 hari untuk bertemu Matahari lagi.
| Fase | Terbit | Di meridian |
|---|---|---|
| Bulan baru | ≈ 06.00 | ≈ 12.00 |
| Kuartir pertama | ≈ 12.00 | ≈ 18.00 |
| Purnama | ≈ 18.00 | ≈ 24.00 |
| Kuartir akhir | ≈ 24.00 | ≈ 06.00 |
Bulan bergeser ≈ 13,2° ke timur per hari, sehingga terbit ≈ 48,8 menit lebih lambat tiap hari. Kita selalu melihat wajah yang sama karena rotasi sinkron; berkat librasi, total ≈ 59% permukaan terlihat.
Dua gelang di meja, satu mendatar (ekliptika), satu miring (orbit Bulan), hanya berpotongan di dua titik (simpul). Gerhana terjadi bila bulan baru (Matahari) atau purnama (Bulan) dekat simpul. Ada dua musim gerhana per tahun gerhana (346,62 hari), masing-masing ≈ 35 hari.
Koin cukup besar menutup lampu total; koin kecil menyisakan cincin. Bulan perigee (33,5′) bisa menutup Matahari (31,5′–32,5′) total, Bulan apogee (29,4′) meninggalkan cincin.
Umbra → total; antumbra → cincin; penumbra → sebagian. Saros = 6.585,32 hari ≈ 18 tahun 10⅓/11⅓ hari (223 sinodis = 242 drakonik = 239 anomalistik); jalur gerhana bergeser ≈ 116° ke barat. Contoh: 8 April 2024 dan penerusnya ≈ 20 April 2042.
- S = 29,53 hari; terbit 48,8 menit lebih lambat tiap hari.
- Gerhana ⇔ fase dekat simpul.
- Saros 6.585,32 hari.
Uji diri: Bulan terbit sekitar 18.00, fase apa?
Purnama.
Uji diri: mengapa tak ada gerhana tiap bulan baru?
Orbit Bulan miring 5,145°, sehingga biasanya Bulan lewat di atas atau di bawah Matahari.
Tata Surya dan Gerak Planet
Matahari memuat 99,86% massa Tata Surya (T_eff = 5.772 K). Planet mengorbit hampir sebidang dan searah.
Awan gas yang mengerut memipih menjadi cakram berputar seperti adonan pizza dilempar. Orbit sebidang dan searah akibat asal-usul pembentukan, bukan hukum gravitasi.
| Planet | a (sa) | P (tahun) | e | R (km) | M (M⊕) |
|---|---|---|---|---|---|
| Merkurius | 0,387 | 0,2408 | 0,206 | 2.440 | 0,055 |
| Venus | 0,723 | 0,6152 | 0,007 | 6.052 | 0,815 |
| Bumi | 1,000 | 1,0000 | 0,017 | 6.371 | 1,000 |
| Mars | 1,524 | 1,8808 | 0,093 | 3.390 | 0,107 |
| Jupiter | 5,203 | 11,862 | 0,048 | 69.911 | 317,8 |
| Saturnus | 9,537 | 29,457 | 0,054 | 58.232 | 95,2 |
| Uranus | 19,19 | 84,01 | 0,047 | 25.362 | 14,5 |
| Neptunus | 30,07 | 164,8 | 0,009 | 24.622 | 17,1 |
Asteroid: sabuk utama 2,2–3,2 sa. Sabuk Kuiper: 30–50 sa (termasuk Pluto). Komet Halley: a = 17,83 sa, e = 0,967, P = 75,3 tahun.
Konfigurasi planet
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Planet dalam | Merkurius, Venus: selalu dekat Matahari, berfase lengkap |
| Planet luar | Mars … Neptunus: bisa berlawanan arah dengan Matahari |
| Konjungsi | Segaris Matahari (seperti bulan baru) |
| Oposisi | Berlawanan Matahari (seperti purnama); terdekat dan paling terang |
| Elongasi | Sudut Matahari–Bumi–planet; maks Venus ≈ 46°, Merkurius ≈ 28° |
| Kuartir | Elongasi 90° (planet luar) |
Pelari dalam menyalip pelari luar; waktu sampai bertemu lagi di garis semula adalah periode sinodis, hitungannya sama dengan jarum menit mengejar jarum jam.
1/S = 1 − 0,5317 = 0,4683 → S = 2,135 tahun ≈ 780 hari. Oposisi Mars terjadi tiap ≈ 26 bulan.
| Planet | P (hari) | S (hari) |
|---|---|---|
| Merkurius | 87,97 | 115,9 |
| Venus | 224,70 | 583,9 |
| Mars | 686,98 | 779,9 |
| Jupiter | 4.332,6 | 398,9 |
| Saturnus | 10.759 | 378,1 |
Sudut terbesar ke temanmu yang berlari mengelilingi tiang terjadi saat garis pandangmu hanya menyinggung lintasannya. Di elongasi terbesar, sudut Matahari–Venus–Bumi 90° (segitiga siku-siku).
Venus berfase seperti Bulan: sabit tipis tetapi besar (≈ 60″) saat konjungsi inferior, hampir penuh tetapi kecil (≈ 10″) saat konjungsi superior.
Mobil yang kamu salip tampak bergerak mundur terhadap pemandangan padahal tetap maju. Bumi menyalip Mars atau Jupiter, dan geraknya tampak mundur di sekitar oposisi. Ini efek proyeksi, bukan gerak sebenarnya.
- 1/S = |1/P − 1/P_Bumi| (tahun). Mars 780 hari, Venus 584 hari.
- Planet dalam: fase lengkap, elongasi terbatas.
- Planet luar: oposisi, kuartir, retrograde.
Uji diri: kapan Mars paling terang dan dekat?
Saat oposisi.
Uji diri: bisakah Venus terlihat tengah malam?
Tidak. Elongasi maksimum 46° membuatnya hanya tampak beberapa jam setelah Matahari terbenam atau sebelum terbit.